Menyamakan Persepsi, Menguatkan Aksi: Evaluasi Pokja 1 PKK Junrejo Pasca Lomba 10 Program Pokok

  • Apr 29, 2026
  • Renza Agastha Merdeka
  • Sosial, Pemberdayaan

Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) 1 Tim Penggerak PKK se-Kecamatan Junrejo yang digelar pada Rabu, 29 April 2026 di Graha Abdi Praja Lantai 2 menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi bersama. Kegiatan ini tidak sekadar forum rutin, melainkan bagian dari upaya menyamakan persepsi dan memperkuat keberlanjutan program setelah pelaksanaan Lomba 10 Program Pokok PKK tingkat Kota Batu beberapa waktu lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pokja 1 TP PKK Kota Batu yang memberikan arahan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan lomba. Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Batu, Dra. Yumei Asturik, M.Psi., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya membangun pemahaman lintas perspektif dalam menjalankan program. Ia menyinggung kegiatan kunjungan lintas agama (KULINAG) ke Vihara Dhamadippa Arama, Desa Mojorejo, yang dilaksanakan pagi tadi sebelum duduk dalam forum pertemuan. Kegiatan tersebut dinilai memberi pengalaman langsung bagi kader untuk memahami praktik kehidupan umat Buddha, yang sebelumnya mungkin belum banyak diketahui.

“Yang sebelumnya belum tahu menjadi tahu, tetapi pada intinya tujuan kita sama, yaitu membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan sosial dalam program PKK tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.

Lebih jauh, pertemuan ini difokuskan pada evaluasi pelaksanaan Lomba 10 Program Pokok PKK. Disampaikan bahwa instrumen penilaian yang digunakan pada tingkat kota mengacu pada format dari tingkat pusat. Hal ini dilakukan karena secara prinsip terdapat kesamaan indikator antara tingkat kota, kecamatan, hingga desa. Dengan demikian, standar penilaian yang digunakan diharapkan mampu menjaga keselarasan arah program secara berjenjang.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa esensi lomba bukan terletak pada hasil akhir berupa menang atau kalah. Sebaliknya, lomba menjadi sarana untuk melihat sejauh mana program telah benar-benar dijalankan. “Bukan soal kalah atau menang, tetapi sudah dilakukan atau belum. Dengan lomba, semua akan terlihat,” menjadi penekanan penting dalam evaluasi tersebut.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah administrasi. Penilaian berbasis administrasi bukan tanpa alasan, melainkan karena seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan seharusnya terdokumentasi dengan baik. Administrasi menjadi cermin dari proses kerja, bukan sekadar formalitas. Inovasi yang dilakukan kader juga perlu dicatat secara sistematis, sehingga dapat ditelusuri keberlanjutan dan dampaknya.

Namun demikian, ditekankan bahwa inovasi tidak harus banyak, melainkan cukup yang benar-benar berjalan dan terealisasi. Ketidaksesuaian antara data administrasi dan realisasi di lapangan justru akan mengurangi nilai dari program itu sendiri. Oleh karena itu, keakuratan data, ketepatan pencatatan, serta kelengkapan dokumentasi menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

Dalam konteks dokumentasi, media sosial juga diakui sebagai salah satu sarana yang efektif. Namun, dokumentasi yang baik tetap harus disertai keterangan yang jelas, seperti waktu pelaksanaan dan jenis kegiatan, agar mudah dipahami dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pertemuan ini juga menggarisbawahi pentingnya penyamaan persepsi terkait poin-poin penilaian lomba. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan program Pokja 1 tidak tumpang tindih dengan program lain di luar PKK, seperti kegiatan dari Bina Keluarga Balita (BKB) atau dinas terkait, termasuk program seperti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Kejelasan batas dan fokus program dinilai penting agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan tidak rancu.

Melalui forum ini, terlihat bahwa penguatan kapasitas kader tidak hanya dilakukan melalui kegiatan di lapangan, tetapi juga melalui proses refleksi dan penyelarasan pemahaman. Evaluasi yang dilakukan bukan untuk mencari kekurangan semata, melainkan sebagai langkah perbaikan berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang lebih terarah, berbasis data, dan didukung dokumentasi yang baik, diharapkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK ke depan tidak hanya memenuhi indikator penilaian, tetapi juga benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja pemberdayaan membutuhkan konsistensi, ketelitian, dan kesadaran kolektif untuk terus belajar dan berkembang.