Anjangsana Senam Tera Junrejo di Mojorejo: Memperkuat Peran Perempuan melalui Kebersamaan dan Gaya Hidup Sehat
- Apr 26, 2026
- Renza Agastha Merdeka
- Kesehatan dan Kesejahteraan, Acara dan Kegiatan
Minggu pagi, 26 April 2026, halaman Kantor Desa Mojorejo dipenuhi semangat kebersamaan. Ranting Senam Tera dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Junrejo berkumpul dalam kegiatan Anjangsana Senam Tera, sebuah agenda rutin yang dilaksanakan secara bergilir setiap bulan. Kehadiran para peserta, yang didominasi ibu-ibu, tidak hanya menunjukkan antusiasme terhadap olahraga bersama, tetapi juga mencerminkan kuatnya ikatan sosial di tengah masyarakat.
Suasana terasa semakin istimewa ketika para peserta tampil anggun mengenakan kebaya. Balutan busana tradisional ini menjadi simbol peringatan Hari Kartini, sekaligus mencerminkan semangat perempuan yang tetap aktif, sehat, dan berdaya tanpa meninggalkan identitas budaya. Di tengah gerak senam yang dinamis, kebaya justru menjadi penegas bahwa tradisi dan gaya hidup sehat dapat berjalan beriringan.
Kegiatan anjangsana ini tidak sekadar menjadi ruang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga lintas wilayah. Dengan sistem pelaksanaan yang bergilir, setiap desa dan kelurahan memiliki kesempatan menjadi tuan rumah, sehingga tercipta rasa memiliki dan kebersamaan yang terus terjaga. Pola ini dinilai efektif dalam membangun interaksi sosial yang lebih luas, sekaligus memperkuat solidaritas di tingkat kecamatan.

Sebelum kegiatan senam dimulai, Kepala Desa Mojorejo, Rujito, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar utama dalam keluarga dan lingkungan sosial. “Perempuan adalah tiang negara. Dari keluarga yang kuat, akan lahir masyarakat yang kuat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan realitas di masyarakat, di mana perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan. Di Desa Mojorejo sendiri, peran ibu-ibu terlihat nyata dalam berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan kesehatan, pendidikan keluarga, hingga partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Peran ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.



Selain memperkuat nilai kebersamaan, kegiatan senam juga memiliki manfaat nyata bagi kesehatan. Berdasarkan berbagai publikasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, aktivitas fisik seperti senam yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan daya tahan, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular. Dalam konteks ini, senam tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari upaya preventif dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
Anjangsana Senam Tera di Mojorejo pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia hadir sebagai ruang temu yang menggabungkan nilai kesehatan, budaya, dan kebersamaan dalam satu momentum yang utuh. Semangat Kartini yang tercermin melalui kebaya dan partisipasi aktif para perempuan menjadi pengingat bahwa kontribusi perempuan dalam pembangunan tidak selalu hadir dalam bentuk besar, tetapi juga melalui langkah-langkah sederhana yang konsisten dan berdampak.
Melalui kegiatan ini, Mojorejo tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menunjukkan bagaimana kolaborasi, kepedulian, dan peran aktif perempuan dapat berjalan seiring dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan berdaya.

