KIM di Persimpangan Digital: Dari Penangkal Hoaks hingga Penggerak Narasi Desa
- Apr 15, 2026
- Renza Agastha Merdeka
- Teknologi dan Inovasi, Pemerintahan, Infrastruktur, Acara dan Kegiatan
Batu, 16 April 2026 - Di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit disaring, Pemerintah Kota Batu kembali menegaskan peran strategis Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Melalui kegiatan Workshop KIM Creative Lab 2026 yang digelar di Studio Agropolitan Televisi (ATV), Rabu (15/4), KIM diarahkan tidak hanya sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai penjaga kualitas informasi publik sekaligus penggerak promosi potensi desa.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, yang membuka kegiatan tersebut menempatkan KIM pada posisi yang tidak sederhana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KIM merupakan jembatan strategis antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam memastikan informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menyesatkan. Ia menyampaikan bahwa di era saat ini siapa pun dapat dengan mudah membuat konten, namun menemukan sumber informasi resmi justru menjadi tantangan tersendiri. Dalam konteks itulah KIM diharapkan hadir sebagai bagian dari sumber informasi resmi, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Pernyataan tersebut mencerminkan realitas baru di era digital, di mana produksi informasi semakin mudah, tetapi proses verifikasi justru semakin kompleks. Fenomena hoaks dan disinformasi tidak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan telah menjadi persoalan sosial yang berdampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat. Dalam situasi seperti ini, KIM memiliki posisi yang unik karena berada di tingkat komunitas, dekat dengan warga, sekaligus memiliki akses terhadap informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, peran tersebut tidak lepas dari tantangan. KIM dituntut untuk memiliki pemahaman literasi digital yang memadai, mampu memproduksi konten yang menarik namun tetap berbasis fakta, serta menjaga netralitas di tengah derasnya arus opini publik. Wakil Wali Kota secara tegas mengingatkan agar KIM tidak terjebak dalam praktik menggiring opini atau menyebarkan informasi yang menyesatkan, termasuk melalui konten visual yang berpotensi membentuk persepsi yang keliru di masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, KIM juga didorong untuk bertransformasi. Tidak lagi sekadar menjadi penyampai informasi, KIM kini diarahkan menjadi content creator lokal yang kreatif, agen literasi digital, sekaligus penggerak kampanye program prioritas daerah. Transformasi ini menjadi penting seiring dengan arah pembangunan Kota Batu yang menekankan penguatan potensi lokal, khususnya di sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam hal ini, narasi memiliki peran yang sangat strategis untuk memperkenalkan potensi desa kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui forum tersebut, Wakil Wali Kota juga memberikan ruang yang luas bagi KIM untuk berkreasi. Ia mengajak seluruh anggota KIM untuk memanfaatkan momentum pendampingan sebagai ajang “kampanye” dalam arti positif, yakni mempromosikan potensi desa masing-masing agar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga secara nasional bahkan internasional. Ia menegaskan bahwa melalui KIM, suara desa tidak boleh lagi sunyi.



Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan workshop ini tidak berhenti pada penyampaian materi semata. Pemerintah Kota Batu menggandeng Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) untuk memberikan pendampingan intensif selama empat bulan, mulai 16 April hingga 1 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Dekan FISIP Unitri, Dr. Agung Suprojo, memberikan materi terkait strategi mengemas program prioritas menjadi narasi kreatif. Sementara itu, praktisi komunikasi Elang Baskoro membimbing peserta dalam praktik penyusunan strategi kampanye digital. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penguatan KIM tidak hanya dilakukan pada aspek motivasi, tetapi juga menyentuh sisi teknis dan metodologis.
Secara lebih luas, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem komunikasi publik yang lebih sehat di tingkat lokal. Berdasarkan keterangan resmi Diskominfo Kota Batu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas diseminasi informasi, memperkuat citra positif daerah, serta mendorong promosi UMKM dan pariwisata secara lebih efektif melalui konten digital yang dihasilkan oleh KIM.
Meski demikian, keberhasilan program ini tetap bergantung pada konsistensi pendampingan, kemampuan adaptasi KIM terhadap dinamika digital, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat. Tanpa hal tersebut, terdapat risiko bahwa aktivitas KIM hanya akan berjalan optimal pada saat program berlangsung, namun melemah setelahnya.
Di sisi lain, KIM memiliki potensi besar sebagai aktor komunikasi publik berbasis komunitas. Kedekatannya dengan masyarakat menjadi kekuatan utama yang tidak dimiliki oleh media formal maupun institusi pemerintah. Namun, potensi tersebut juga diiringi dengan keterbatasan, mulai dari keragaman sumber daya manusia, akses teknologi yang belum merata, hingga semakin kompleksnya peran yang harus dijalankan.
Pada akhirnya, KIM tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga kepercayaan publik. Workshop KIM Creative Lab 2026 menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat peran tersebut. Keberhasilannya tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana KIM mampu menghadirkan informasi yang akurat, mengedukasi masyarakat secara konsisten, serta mengangkat potensi lokal secara berkelanjutan.
Jika peran ini dapat dijalankan dengan baik, maka KIM tidak sekadar menjadi bagian dari program pemerintah, tetapi benar-benar tumbuh sebagai kekuatan sosial yang hidup dan berdampak di tengah masyarakat.
Sumber:
Naskah Berita Prokopim Setda Kota Batu, 16 April 2026
Naskah Berita Diskominfo Kota Batu No.489/28/NB/35.79.404/2026
Dokumentasi FK KIM Kota Batu