Mengawali Bersih Desa Mojorejo 2025, Cok Bakal Dipasang sebagai Simbol Warisan Leluhur dan Semangat Kolektif
- Jul 02, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Seni dan Budaya, Pemerintahan, Sosial, Pariwisata, Acara dan Kegiatan
Mojorejo — Tradisi menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat Desa Mojorejo, termasuk dalam perayaan adat tahunan Bersih Desa yang sarat makna. Rabu Kliwon, 2 Juli 2025, menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan adat tersebut dengan dilaksanakannya pemasangan Cok Bakal atau iber-iber di sejumlah titik strategis desa, mulai dari punden, jalan utama, hingga titik-titik yang dianggap memiliki nilai historis dan spiritual.
Pemasangan Cok Bakal bukan sekadar ritual simbolik, melainkan wujud konkret masyarakat Mojorejo dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Secara turun-temurun, tradisi ini diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan bumi tempat berpijak, sekaligus menjadi penanda bahwa rangkaian Bersih Desa resmi dimulai.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat oleh para sesepuh adat, tokoh masyarakat, dan warga yang turut bergotong royong. Cok Bakal yang dipasang bukan hanya memiliki unsur estetika tradisional, tetapi juga sarat makna spiritual, seperti permohonan keselamatan, kesuburan, dan keberkahan bagi seluruh warga desa.
Melalui napak tilas dari satu punden ke punden lainnya, semangat Satata Tuwuh Ngrembaka—yang mencerminkan keselarasan, pertumbuhan, dan keberlanjutan kehidupan desa—terus dijaga dan diwariskan lintas generasi. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kohesi sosial, identitas budaya, dan kelestarian lingkungan yang selaras dengan alam dan spiritualitas lokal.
Rangkaian Bersih Desa Mojorejo akan berlanjut dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti kenduri, kirab budaya, hingga pertunjukan kesenian tradisional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semua ini menjadi cermin bagaimana budaya lokal masih hidup, tumbuh, dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mojorejo di tengah arus modernisasi.