Sekolah Orang Tua Hebat “Mojo Sae”, Langkah Nyata Mojorejo Membangun Pengasuhan Berkualitas
- Dec 20, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Pendidikan dan Pelatihan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Infrastruktur, Pemberdayaan, Pelayanan
Desa Mojorejo mengambil langkah konkret dalam memperkuat peran keluarga melalui peluncuran Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) “Mojo Sae” pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Graha Abdi Praja. Program ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para orang tua untuk memahami, memperbaiki, dan menyelaraskan pola pengasuhan anak agar lebih berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masa depan.

Kepala Desa Mojorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga bagian dari upaya penyempurnaan pelayanan desa, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, orang tua perlu terus belajar agar mampu memberikan pendidikan yang tepat sejak dari lingkungan keluarga.
“Ini adalah ikhtiar mencari ilmu untuk mendidik anak-anak kita dengan cara yang baik. Harapannya bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, hingga bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam keluarga, tanggung jawab orang tua tidak bisa ditawar. Anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan, sehingga sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memenuhi hak-hak anak, termasuk hak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang layak. Di sisi lain, anak juga perlu dibimbing agar memahami pentingnya patuh dan menghormati orang tua.
Ketidaktepatan dalam menempatkan peran antara orang tua dan anak, lanjutnya, kerap menjadi sumber konflik dalam keluarga. Oleh karena itu, SOTH hadir sebagai ruang refleksi dan pembelajaran bersama, agar setiap anggota keluarga mampu menjalankan perannya secara seimbang.
“Kita harus memenuhi kewajiban kita terlebih dahulu, agar hak orang lain juga terpenuhi,” tegasnya.
Melalui semangat kebersamaan yang dirangkum dalam filosofi lokal “alot melok, gething nyanding”, para orang tua diajak untuk mendidik anak dengan niat baik, ketulusan, dan kesabaran dalam berproses. Dengan ikhtiar yang jujur dan konsisten, diharapkan hasil terbaik akan menyertai perjalanan keluarga dan anak-anak ke depan.

Sementara itu, Sugianto, staf Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Tim Penggerak PKK Desa Mojorejo, Kepala Desa Mojorejo serta seluruh ibu-ibu yang telah berperan aktif mendukung terselenggaranya program ini. Ia menilai SOTH sebagai program pembelajaran yang serius dan memiliki bobot keilmuan yang kuat.
“Ini baru awal. Ke depan akan ada Sekolah Orang Tua Hebat untuk kelompok lanjut usia. Program ini setara dengan strata satu, karena materinya sangat lengkap, mulai dari pengasuhan anak hingga pembentukan karakter,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Kehadiran sosok ayah dinilai berperan besar dalam membangun kedekatan emosional, sekaligus mewariskan nilai, sikap, dan keteladanan kepada anak. Hal inilah yang kemudian mendorong lahirnya Gerakan Ayah Teladan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Desa Mojorejo, Runik, berharap Sekolah Orang Tua Hebat “Mojo Sae” dapat berjalan secara konsisten. Ia mengajak seluruh peserta yang telah terdaftar untuk berkomitmen mengikuti kegiatan ini secara aktif hingga selesai.
Sekolah Orang Tua Hebat “Mojo Sae” dijadwalkan berlangsung dua kali pertemuan setiap pekan, masing-masing berdurasi satu jam, selama kurang lebih satu setengah bulan. Terdapat 13 materi utama yang akan disampaikan oleh para pemateri berkompeten. Kegiatan pembelajaran akan dimulai pada awal Januari 2026.



Melalui program ini, Desa Mojorejo menegaskan komitmennya membangun pengasuhan anak dari fondasi paling dasar, yakni keluarga. Sebuah langkah nyata yang menempatkan orang tua sebagai pembelajar sepanjang hayat demi melahirkan generasi yang lebih sehat, berkarakter, dan berdaya saing.