Rembug Stunting: Peran Pemerintah Desa dan TPK dalam Menekan Angka Stunting di Mojorejo

  • Aug 22, 2025
  • Renza Agastha Merdeka
  • Pemerintahan, Acara dan Kegiatan, Pemberdayaan, Pelayanan

Graha Abdi Praja Mojorejo, 22 Agustus 2025 — Permasalahan stunting masih menjadi isu serius yang membutuhkan perhatian bersama. Meski upaya penanganan terus dilakukan, kasus stunting seolah tidak pernah benar-benar tuntas. Satu permasalahan berhasil ditangani, muncul kembali permasalahan lain yang memerlukan solusi berkelanjutan dari berbagai pihak, terutama di tingkat desa.

Dalam hal ini, pemerintah desa memegang peranan penting dengan dukungan Tim Pendamping Keluarga (TPK). TPK bertugas memantau perkembangan anak yang mengalami stunting, sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga agar penanganan dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah Desa Mojorejo pun telah menginisiasi sejumlah kegiatan untuk menekan angka stunting.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain pelatihan kader TPK agar lebih terampil dalam menjalankan pendampingan, serta pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khusus bagi balita stunting. Selain itu, pemerintah desa juga menyalurkan PMT berupa bahan pangan mentah, seperti telur, ayam, dan buah, yang diberikan setiap bulan kepada keluarga balita stunting.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, sejumlah kendala masih ditemui di lapangan. Salah satunya adalah balita yang dinyatakan “lulus” dari status stunting bukan karena pertumbuhan yang signifikan, melainkan karena faktor usia. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam mengevaluasi efektivitas program. Kendala lain adalah adanya balita dari keluarga pendatang yang kerap berpindah tempat tinggal, sehingga menyulitkan proses pendampingan secara berkesinambungan.

Upaya kolaboratif antara pemerintah desa, TPK, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan sekaligus penanganan stunting. Dengan strategi yang tepat dan keterlibatan semua pihak, masalah stunting di Mojorejo diharapkan bisa semakin ditekan sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan berkualitas.