Rapat Kerja Forum Desa Wisata Kota Batu Fokuskan Program 2026 dan Penguatan Kelembagaan

  • Dec 19, 2025
  • Renza Agastha Merdeka
  • Ekonomi dan Usaha, Sosial, Pariwisata, Acara dan Kegiatan, Pemberdayaan

Rapat Kerja Forum Desa Wisata Kota Batu (Fordewi) digelar pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Kuliner Rakyat Mojorejo. Forum ini dihadiri delegasi desa wisata se-Kota Batu, menjadi ruang temu untuk menyamakan arah, memperkuat jejaring, sekaligus menyiapkan langkah konkret pengembangan desa wisata pada 2026.

Kepala Desa Mojorejo, Rujito, membuka forum dengan sambutan hangat. Ia mengajak seluruh peserta berdiskusi terbuka dan produktif agar lahir gagasan yang bisa ditindaklanjuti. Menurutnya, sebagai daerah pionir pariwisata, Kota Batu perlu terus mendorong desa-desa agar berdaya, mampu mengelola potensi lokal menjadi desa wisata yang berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejalan dengan itu, Ketua Fordewi Kota Batu, Muchammad Dadi, menegaskan komitmen Fordewi untuk mendukung program-program desa. Salah satu contoh yang disorot adalah Kuliner Rakyat Mojorejo sebagai ruang tumbuh ekonomi lokal sekaligus etalase kolaborasi. Ia menambahkan, diskusi kali ini menjadi bagian dari persiapan 2026, tahun yang diharapkan mampu mengangkat potensi desa-desa wisata di Kota Batu secara lebih terukur dan terintegrasi.

Dalam forum tersebut, Mojorejo juga diproyeksikan sebagai desa wisata digital melalui penguatan Sistem Mojorejo Digital dan pengembangan lapak desa. Inisiatif ini diharapkan menjadi pemantik, contoh nyata yang dapat direplikasi dan dikembangkan oleh desa-desa lain. Untuk itu, peserta sepakat pentingnya restrukturisasi kelembagaan Fordewi agar peran, fungsi, dan alur kerja semakin jelas dan efektif.

Agenda lanjutan yang mengemuka adalah penguatan program sambang desa, dikemas santai melalui “ngopi sambil diskusi”, sebagai cara menjaring potensi, ide, dan kebutuhan riil tiap desa. Pendekatan ini dinilai lebih membumi, membuka dialog dua arah, dan mempercepat pemetaan peluang pengembangan.

Perwakilan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batu, Andi Buchori (staf Bidang Destinasi Wisata), menekankan pentingnya kelembagaan Fordewi yang kuat. Ia mendorong adanya AD/ART yang jelas dan basecamp sebagai information center. Ke depan, Fordewi diharapkan memiliki platform paket wisata terintegrasi yang memudahkan promosi dan kolaborasi lintas desa.

Tak kalah penting, pengembangan desa wisata juga perlu melibatkan akademisi, yakni dengan perguruan tinggi, baik dalam riset dan pengembangan, pendampingan, maupun penguatan kapasitas. Kolaborasi ini diyakini mampu menjaga kualitas, keberlanjutan, dan daya saing desa wisata Kota Batu.

Rapat kerja ini menegaskan satu hal: arah sudah ada, potensi juga tersedia. Tinggal bagaimana kolaborasi dijalankan secara konsisten.