Potret SDGs Desa Mojorejo: Antara Capaian Nyata dan Tantangan Pembangunan

  • Jan 22, 2026
  • Renza Agastha Merdeka
  • Pemerintahan

Pembangunan desa yang berkelanjutan tidak cukup hanya dilihat dari aktivitas yang berjalan, tetapi dari kemampuan desa membaca datanya sendiri secara jujur dan bijak. Melalui pengukuran 18 tujuan SDGs Desa, Desa Mojorejo, Kota Batu, memperoleh skor rata-rata 48,00. Angka ini menjadi potret awal untuk melihat sejauh mana pembangunan desa telah berjalan, sekaligus penunjuk arah perbaikan ke depan.

Skor SDGs Desa bukan penilaian baik atau buruk, melainkan alat refleksi. Dari data inilah desa dapat mengetahui kekuatan yang perlu dipertahankan dan sektor yang masih membutuhkan perhatian bersama.

Capaian Positif yang Perlu Dipertahankan

Sejumlah tujuan SDGs Desa Mojorejo menunjukkan capaian yang cukup tinggi dan patut diapresiasi.

  • Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan (99,87)
    Ini merupakan skor tertinggi. Menunjukkan bahwa akses energi masyarakat relatif baik dan mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial warga.

  • Desa Tanpa Kelaparan (90,29)
    Kondisi ketahanan pangan desa tergolong kuat. Ketersediaan pangan dan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar dinilai cukup terjaga.

  • Keterlibatan Perempuan Desa (89,70)
    Partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial desa berjalan cukup aktif, menunjukkan ruang keterlibatan yang semakin terbuka.

  • Pendidikan Desa Berkualitas (84,83)
    Akses pendidikan dan lingkungan belajar dinilai cukup mendukung, meskipun tetap perlu peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

  • Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman (84,74) serta
    Desa Damai dan Berkeadilan (81,85)
    Dua indikator ini mencerminkan kondisi sosial yang relatif kondusif, aman, dan mendukung kehidupan bermasyarakat.

Capaian-capaian ini menjadi modal penting yang perlu dijaga agar tidak stagnan atau menurun.

Bidang yang Masih Perlu Diperkuat

Di balik capaian tersebut, data SDGs Desa Mojorejo juga menunjukkan beberapa tantangan nyata.

  • Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata (37,91)
    Skor ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh warga desa.

  • Desa Tanpa Kesenjangan (48,92)
    Masih terdapat jarak sosial-ekonomi yang perlu dijembatani melalui kebijakan dan program yang lebih inklusif.

  • Desa Sehat dan Sejahtera (58,89) serta
    Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi (67,68)
    Layanan kesehatan dan sanitasi telah berjalan, namun masih membutuhkan peningkatan kualitas dan pemerataan layanan.

  • Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif (44,06)
    Skor ini menjadi sinyal penting perlunya penguatan kapasitas aparatur desa, kelembagaan, serta pelibatan komunitas agar desa lebih adaptif terhadap perubahan.

Skor Nol dan Konteks Wilayah Desa Mojorejo

Beberapa tujuan SDGs Desa Mojorejo tercatat skor 0,00, antara lain:

  • Infrastruktur dan Inovasi Desa

  • Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan

  • Desa Tanggap Perubahan Iklim

  • Desa Peduli Lingkungan Laut

  • Desa Peduli Lingkungan Darat

  • Kemitraan untuk Pembangunan Desa

Penting untuk dipahami, skor 0,00 tidak selalu berarti tidak ada aktivitas atau kegagalan pembangunan. Dalam konteks tertentu, skor ini menunjukkan belum tersedianya data, belum menjadi fokus program, atau keterbatasan relevansi wilayah.

Desa Peduli Lingkungan Laut: Tidak Relevan Secara Geografis

Desa Mojorejo berada di wilayah dataran tinggi Kota Batu dan tidak memiliki ekosistem laut. Oleh karena itu, tujuan SDGs Desa 14 – Desa Peduli Lingkungan Laut tidak relevan secara langsung untuk dicapai secara teknis.

Skor 0,00 pada indikator ini bukan kekurangan, melainkan penanda konteks geografis desa. Memaksakan program lingkungan laut di wilayah dataran tinggi justru tidak mencerminkan perencanaan pembangunan yang rasional.

Meski demikian, Desa Mojorejo tetap memiliki tanggung jawab ekologis sebagai wilayah hulu, terutama dalam menjaga:

  • Sumber mata air

  • Daerah resapan

  • Sungai dan lingkungan darat

Upaya-upaya tersebut secara tidak langsung berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem hingga wilayah hilir.

SDGs Desa sebagai Kompas Pembangunan

Data SDGs Desa Mojorejo menunjukkan bahwa desa memiliki modal sosial dan dasar pelayanan yang cukup kuat, namun masih perlu memperbaiki:

  • Pemerataan ekonomi

  • Penguatan kelembagaan

  • Integrasi program lingkungan dan inovasi

  • Pendataan dan dokumentasi kegiatan desa

SDGs Desa seharusnya dipahami sebagai kompas pembangunan, bukan sekadar laporan administratif. Dengan membaca data secara jujur dan kontekstual, Desa Mojorejo memiliki peluang besar untuk menyusun pembangunan yang lebih tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan.


Sumber: Website SDGs Desa. https://sid.kemendesa.go.id/sdgs, Update Terbaru pada 21 Januari 2026 09:30:44, diakses pada 22 Januari 2026.