PKK Desa Mojorejo Gelar Pertemuan Rutin, Bahas Cara Cegah Perkawinan Anak
- Feb 18, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Kesehatan dan Kesejahteraan, Pemerintahan, Acara dan Kegiatan, Pemberdayaan, Penelitian dan Pengabdian
Tim Penggerak PKK Desa Mojorejo mengadakan pertemuan rutin pada Selasa (18/2/2025) di Graha Abdi Praja. Pertemuan ini dihadiri oleh para kader PKK, dengan salah satu pembahasan utama yaitu pencegahan perkawinan anak melalui program "Cegah Perkawinan Anak" (CEPAK) yang disampaikan oleh POKJA 1.



Sebelum memasuki acara inti dan penyampaian materi, pertemuan ini juga dihadiri oleh mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan materi tentang pentingnya pendidikan tinggi serta memperkenalkan berbagai program studi, fasilitas kampus, dan peluang beasiswa yang tersedia di UMM. Mereka berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat terutama ibu-ibu PKK yang memiliki anak di jenjang SMA/SMK/MA lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memiliki cita-cita yang lebih luas.



Setelah sesi dari mahasiswa PMM UMM, acara inti dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pencegahan perkawinan anak, di mana peserta diberikan pemahaman tentang risiko dan dampak negatif perkawinan dini. Sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019, batas usia minimal pernikahan bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun, sehingga peran keluarga dalam mengedukasi anak sangatlah penting.
Dalam diskusi, dijelaskan bahwa pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam mencegah perkawinan anak. Orang tua diharapkan lebih aktif dalam mendampingi anak, bukan hanya menyerahkan pendidikan mereka kepada lingkungan sekitar. Kader PKK juga didorong untuk membantu menyebarluaskan informasi ini melalui sekolah, forum anak tingkat RW, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.


Ketua TP PKK Desa Mojorejo mengapresiasi kehadiran mahasiswa PMM UMM yang telah memberikan wawasan baru mengenai pendidikan tinggi. Beliau juga memberikan arahan kepada kader PKK agar terus berperan aktif dalam program-program desa, terutama yang berkaitan dengan perlindungan anak. Selain itu, beliau menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga, agar anak-anak merasa nyaman berbicara dengan orang tua dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau hal-hal negatif di luar rumah.
Sebagai langkah nyata, forum anak desa diharapkan dapat diadakan secara rutin setiap bulan sebagai wadah edukasi dan diskusi. Sementara itu, sekretaris PKK akan mengkoordinasikan jadwal kegiatan agar semua program dapat berjalan dengan baik.
Melalui pertemuan ini, diharapkan kader PKK dan masyarakat semakin memahami pentingnya pendidikan tinggi serta bersama-sama mencegah perkawinan anak demi masa depan generasi muda yang lebih baik.