Perkuat Peran PKK RW, TP PKK Desa Mojorejo Gelar Pertemuan dan Simulasi CEPAK
- Jan 14, 2026
- Renza Agastha Merdeka
- Pendidikan dan Pelatihan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Sosial, Acara dan Kegiatan, Pemberdayaan
Upaya penguatan peran masyarakat di tingkat RW terus dilakukan. Salah satunya melalui pertemuan yang digelar pada Rabu, 18 Januari 2023, bertempat di Graha Abdi Praja. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan RW, pengurus TP PKK Desa Mojorejo, serta unsur terkait lainnya.

Agenda utama pertemuan meliputi laporan dari masing-masing RW serta pengarahan dari Ketua TP PKK, Ibu Martani. Dalam arahannya, Ketua TP PKK menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta partisipasi seluruh peserta. Ia menegaskan pentingnya peran RW sebagai ujung tombak pelaksanaan program di tingkat masyarakat.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam pengarahan antara lain:
-
RW dibagi menjadi kelompok 1 hingga 4 untuk mempermudah koordinasi dan pelaksanaan program.
-
Setiap RW diminta menciptakan inovasi kegiatan PKK sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.
-
Laporan kegiatan, termasuk inovasi yang telah dilakukan, wajib disampaikan secara berkala.
-
Inovasi diharapkan dapat diusahakan di setiap RW sebagai bentuk penguatan program pemberdayaan masyarakat.
-
Setiap RW yang belum menyampaikan laporan Forum Anak diminta segera melaporkannya.
-
Pengurus Forum Anak (FA) tingkat desa diimbau untuk dibentuk dari unsur Ketua atau Koordinator FA di tingkat RW.
-
RW yang belum memiliki kepengurusan FA diminta segera membentuknya.
-
RW diharapkan segera melaporkan setiap perubahan data, termasuk data kepengurusan.
-
Koperasi RW didorong untuk kembali diaktifkan guna mendukung kemandirian ekonomi warga.
Selain pengarahan dan laporan, pertemuan ini juga diisi dengan penguatan materi dari Pokja 1, yang fokus pada Simulasi CEPAK (Cegah Perkawinan Anak). Materi ini disampaikan sebagai salah satu upaya sosialisasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.
Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami dampak perkawinan anak dari berbagai sisi, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga masa depan sosial dan ekonomi anak. Pendekatan simulasi dipilih agar pesan pencegahan dapat diterima secara lebih nyata, kontekstual, dan menyentuh kesadaran bersama, khususnya di tingkat keluarga dan lingkungan RW.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan berorientasi pada perlindungan anak. Dengan sinergi antara RW, TP PKK, Forum Anak, dan seluruh elemen masyarakat, program-program yang dijalankan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.