Perkuat Kesadaran Kesehatan Keluarga, Desa Mojorejo Gelar Sosialisasi PHBS dan Pencegahan DBD
- Feb 05, 2026
- Renza Agastha Merdeka
- Pendidikan dan Pelatihan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Pemerintahan, Pemberdayaan, Lingkungan
Pemerintah Desa Mojorejo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaksanakan di Graha Abdi Praja Desa Mojorejo, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh kader jumantik dan kader dasawisma dari seluruh RW se-Desa Mojorejo, yang selama ini berperan sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan lingkungan dan keluarga di tingkat paling dasar. Kehadiran para kader menjadi elemen penting, mengingat peran mereka sangat strategis dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
Materi PHBS disampaikan oleh Desyita Ayuma Wardani, S.K.M, sedangkan materi pencegahan DBD disampaikan oleh Sunarti, Amd.Keb, keduanya merupakan tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif, disertai contoh konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dalam pemaparannya, Desyita menjelaskan bahwa PHBS merupakan fondasi utama kesehatan keluarga, yang tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi sangat ditentukan oleh pengetahuan, sikap, dan tindakan sehari-hari di rumah tangga. Beberapa indikator PHBS yang ditekankan antara lain penggunaan air bersih, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, pemanfaatan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk secara rutin, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.
“Perilaku hidup bersih dan sehat bukan sekadar anjuran, tetapi kebiasaan yang perlu ditanamkan secara konsisten di keluarga. Dari rumah tangga yang sehat, akan lahir masyarakat yang lebih kuat dan mandiri,” jelas Desyita dalam sesi materi PHBS.

Sementara itu, Sunarti menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue, penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan di wilayah tropis, termasuk Kota Batu. Ia menjelaskan bahwa DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang berkembang biak di genangan air bersih di sekitar rumah.
Upaya pencegahan DBD, menurut Sunarti, harus dilakukan secara berkelanjutan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, mengubur barang bekas, serta ditambah langkah pencegahan lain seperti penggunaan kelambu, lotion anti nyamuk, dan tidak menggantung pakaian terlalu lama di dalam rumah.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan penyakit adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat. Pemerintah Desa Mojorejo memandang kader kesehatan sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader jumantik dan dasawisma dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya, sekaligus menjadi agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya masing-masing. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam menciptakan masyarakat Mojorejo yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya.