Peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Batu: Semangat Kolaborasi dan Pelestarian Tradisi Menuju Kota Sejahtera
- Oct 17, 2024
- Renza Agastha Merdeka
- Pemerintahan, Acara dan Kegiatan
Kota Batu kembali memperingati hari jadinya yang ke-23 dengan upacara akbar di Stadion Gelora Brantas, Kamis 17 Oktober 2024. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri ribuan masyarakat, siswa, serta perwakilan berbagai elemen daerah. Momen ini menjadi cerminan semangat kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama untuk menjadikan Kota Batu semakin maju dan sejahtera.

Tampil beda, Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, membuka upacara dengan kesan mendalam. Aries memasuki stadion dengan menaiki andong, sebuah simbol tradisi khas Kota Batu yang kental dengan nilai-nilai kebersahajaan. Di bawah sinar mentari pagi, andong yang dinaiki Pj Wali Kota melambangkan ajakan untuk seluruh masyarakat agar tetap menghargai tradisi dan budaya lokal. Sebagai Inspektur Upacara, Aries dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

"Dalam usia yang ke-23 ini, saya berharap Kota Batu mampu terus menunjukkan eksistensinya, tidak hanya sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota dengan masyarakat yang sejahtera, bahagia, dan berkualitas," ucap Aries di depan para peserta upacara.

Momen peringatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan istimewa dari seniman muda berbakat, Niken Salindry, yang tampil dalam balutan kebaya merah. Dengan suaranya yang khas, Niken membawakan lagu-lagu Jawa yang memukau seluruh hadirin, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga seni dan budaya di tengah kemajuan zaman.

Tak hanya itu, penghargaan Hakaryo Guno Mamayu Bawono juga dianugerahkan kepada beberapa tokoh berprestasi yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Kota Batu. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari Pemerintah Kota Batu kepada mereka yang telah mendedikasikan diri dalam memajukan berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, pariwisata, keamanan, serta sosial budaya.

Upacara semakin meriah dengan penampilan massal senam sehat gembira oleh 2000 siswa TK/RA se-Kota Batu, diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Kota Batu. Selain itu, tarian kolosal Gemilau Svarna Cita yang dibawakan oleh ribuan siswa dari jenjang SD/MI, SMP, hingga SMA/K menjadi puncak acara. Tiga bagian pertunjukan ini menyiratkan makna mendalam tentang keindahan, kebersamaan, serta harapan besar untuk masa depan Kota Batu.

Dengan semangat kebersamaan, peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Batu ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk melangkah lebih maju dengan tetap menghargai nilai-nilai luhur yang telah diwariskan. Kota Batu, yang selama ini dikenal sebagai kota pariwisata, terus berupaya untuk menjadi kota yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya saing di masa mendatang.




