Pengurus PKK Desa Mojorejo Konsisten Wujudkan Lingkungan Bersih dan Ketahanan Pangan
- May 07, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Kesehatan dan Kesejahteraan, Acara dan Kegiatan, Pemberdayaan, Pelayanan
Bertempat di Aula Graha Abdi Praja, pengurus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mojorejo kembali mengadakan pertemuan rutin pada 7 April 2025 untuk membahas program berkelanjutan yang menyasar pada isu kebersihan lingkungan dan ketahanan pangan rumah tangga.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pengurus PKK desa, RW dan RT. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Desa Mojorejo, Ibu Mariani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan semangat para pengurus PKK Desa Mojorejo. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dan terorganisir, agar program daur ulang dan pemanfaatan limbah organik dapat berjalan secara efektif.
Salah satu fokus dalam pertemuan kali ini adalah tindak lanjut dari program Bank Sampah dan daur ulang yang telah dilakukan di RW 05 dan RW 02. Para pengurus didorong untuk aktif mencatat dan melaporkan perkembangan setiap aktivitas, termasuk pencetakan foto dokumentasi kegiatan, sebagai bentuk akuntabilitas dan evaluasi program.
Program lainnya yang juga mendapat perhatian adalah pembagian bibit cabai oleh Dinas Pertanian Kota Batu kepada pengurus PKK. Setiap RW, khususnya RW 01 dan seluruh pengurus PKK, diwajibkan turut menanam bibit tersebut di lingkungannya masing-masing. Sebanyak 25 bibit diserahkan kepada RW 01-08, dan distribusi lainnya mencakup lima pengurus PKK, 40 bibit untuk KWT RW 07, 100 bibit untuk KWT RW 02, serta 10 bibit untuk Desa Mojorejo.
Di akhir pertemuan, pengurus kembali diingatkan pentingnya pencatatan progres pertumbuhan bibit. (Yang tumbuh dan yang mati) sebagai bentuk monitoring berkelanjutan terhadap hasil penanaman.
Melalui pertemuan ini, PKK Desa Mojorejo menegaskan komitmennya dalam membangun budaya bersih, produktif, dan berdaya secara berkelanjutan. Program-program yang dicanangkan tidak hanya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa, tetapi juga menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menciptakan kemandirian pangan rumah tangga.