Pasar Induk Among Tani Kota Batu: Simbol Modernisasi dan Penggerak Ekonomi Lokal

  • Jan 14, 2025
  • Renza Agastha Merdeka
  • Teknologi dan Inovasi, Ekonomi dan Usaha, Infrastruktur, Pariwisata, Pemberdayaan

Kota Batu, Jawa Timur, kini memiliki Pasar Induk Among Tani, sebuah pasar modern yang menjadi salah satu kebanggaan baru masyarakat setempat. Resmi diresmikan pada 14 Desember 2023 oleh Presiden Joko Widodo, pasar ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total anggaran mencapai Rp 166,7 miliar.

Keunggulan dan Fasilitas Modern

Dibangun di atas lahan seluas 34.060 m² dengan luas bangunan 34.042 m², Pasar Induk Among Tani mengusung konsep ramah lingkungan sesuai standar Bangunan Gedung Hijau. Fasilitasnya mencakup sistem drainase modern, TPS ramah lingkungan, hingga jalur akses yang dapat digunakan oleh semua kalangan.

Pasar ini juga dilengkapi berbagai fasilitas inovatif, seperti ruang kerja bersama (co-working space), rumah pompa, kantor meteorologi, serta area parkir yang luas untuk mempermudah aktivitas para pengunjung dan pedagang.

Mendukung Petani dan UMKM Lokal

Sebagai pasar induk modern terbesar di Indonesia, Among Tani memberikan dampak besar bagi petani dan pelaku UMKM lokal. Pasar ini menjadi wadah distribusi hasil pertanian lokal, sehingga para petani dapat lebih mudah memasarkan produknya. Selain itu, aktivitas perdagangan grosir dan eceran di pasar ini diharapkan menjadi penggerak utama perekonomian lokal.

Tidak hanya itu, pasar ini juga menjadi ikon wisata baru di Kota Batu. Berbagai acara bulanan dan festival besar direncanakan untuk memaksimalkan potensi wisata daerah, menjadikan Kota Batu semakin dikenal sebagai kota wisata modern dengan sentuhan tradisional.

Testimoni Pedagang: Kebersihan dan Nyaman

Para pedagang di pasar ini juga mengungkapkan kepuasan mereka. Johan Bambang Irawan, seorang pedagang buah, menyatakan bahwa kondisi pasar jauh lebih bersih dan nyaman dibandingkan sebelumnya, sehingga pembeli lebih senang berbelanja. Hal ini turut berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang.

Musarrafah, pedagang sayur, menambahkan bahwa tata letak pasar yang rapi mempermudah pelanggan dalam berbelanja. “Saya merasa lebih tenang dan nyaman berada di pasar ini,” ungkapnya.

Dampak Positif bagi Kota Batu

Keberadaan Pasar Induk Among Tani tidak hanya mendukung sektor perdagangan, tetapi juga mendorong terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Dengan konsep yang modern dan ramah lingkungan, pasar ini menjadi model pengembangan pasar tradisional yang dapat dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.

Menurut data Dinas Perdagangan Kota Batu, pasar ini mampu menampung hingga 2.630 unit, yang terdiri dari 1.716 kios dan 914 los. Dengan pembagian zona yang jelas, seperti zona basah (sayur, buah, daging, sembako), zona kering (pakaian, alat rumah tangga), dan zona makanan, pasar ini mempermudah pedagang dan pembeli untuk bertransaksi secara efisien.

Arah Baru Pasar Tradisional di Indonesia

Pasar Induk Among Tani menjadi bukti nyata bahwa pasar tradisional bisa diubah menjadi pusat perdagangan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal. Dengan segala keunggulannya, pasar ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi transformasi pasar tradisional di seluruh Indonesia.