Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi: Mahasiswa MBKM-MD UM Adakan Sosialisasi Kanker Serviks di Desa Mojorejo
- Feb 18, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Pendidikan dan Pelatihan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Pemberdayaan, Penelitian dan Pengabdian
Kanker serviks merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Data tahun 2020 menunjukkan lebih dari 36.000 kasus baru dengan angka kematian mencapai 21.000 kasus. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini masih rendah, sehingga upaya edukasi menjadi krusial.
Menanggapi permasalahan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Membangun Desa (MBKM-MD) mengadakan sosialisasi kanker serviks di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Matahari RW 05 dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, tentang pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan efektif.
Program edukasi ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN, Puskesmas Beji, dan kader Posyandu ILP Matahari 05. Materi yang disampaikan mencakup pengertian kanker serviks, tanda-tanda awal, serta langkah pencegahan seperti pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), Pap Smear, dan vaksinasi HPV (Human Papillomavirus). Persiapan kegiatan melibatkan penyusunan materi, koordinasi dengan perangkat desa dan Puskesmas, serta pengadaan sarana pendukung seperti banner dan konsumsi.
Pelaksanaan sosialisasi dimulai dengan pemeriksaan kesehatan dasar oleh kader Posyandu, termasuk pengukuran berat badan dan tekanan darah. Selanjutnya, mahasiswa KKN memaparkan materi secara interaktif, diikuti sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman peserta. Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh ibu-ibu RW 05, beberapa di antaranya berkomitmen untuk melakukan vaksinasi HPV di Puskesmas Beji sebagai langkah preventif.
Namun, tantangan muncul karena sebagian besar peserta merupakan lansia yang merasa informasi ini kurang relevan bagi mereka. Selain itu, gangguan seperti balita yang menangis sempat mengurangi kenyamanan selama kegiatan. Untuk mengatasi hal ini, direkomendasikan agar sosialisasi serupa dilakukan secara berkala dengan sasaran kelompok usia lebih spesifik, serta pengaturan ruang yang lebih kondusif.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat Desa Mojorejo, yang sebelumnya telah melaksanakan program pengobatan gratis dan senam lansia secara rutin untuk meningkatkan angka harapan hidup dan menjaga kesehatan warga. Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker serviks semakin meningkat, sehingga angka kejadian dan kematian akibat penyakit ini dapat ditekan.