Menguatkan Peran Orang Tua Lewat Pemahaman Diri dan Pola Asuh Positif
- Jan 15, 2026
- Renza Agastha Merdeka
- Pendidikan dan Pelatihan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Pemberdayaan
Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Mojo Sae kembali dilaksanakan melalui pertemuan kedua yang digelar pada Rabu, 15 Januari 2026, bertempat di Graha Abdi Praja Desa Mojorejo. Kegiatan ini diikuti oleh para orang tua yang memiliki komitmen untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas pengasuhan di lingkungan keluarga.



Pada pertemuan kali ini, materi yang dibahas berfokus pada Konsep Memahami Diri yang Positif serta Konsep Pengasuhan, dua hal mendasar yang saling berkaitan dalam membentuk pola asuh yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan, peserta diajak untuk mengenali dan memahami diri sendiri sebagai orang tua, mulai dari cara berpikir, bersikap, hingga mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman diri yang positif dipandang penting karena akan memengaruhi cara orang tua merespons perilaku anak, mengambil keputusan, serta membangun komunikasi di dalam keluarga.
Selain itu, pembahasan juga menyinggung konsep pengasuhan yang menekankan keseimbangan antara kasih sayang, keteladanan, dan kedisiplinan. Orang tua diajak untuk melihat pengasuhan bukan sekadar memberi aturan, tetapi sebagai proses pendampingan yang penuh kesadaran, empati, dan tanggung jawab.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan kondusif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berbagi pengalaman serta pandangan terkait tantangan pengasuhan yang dihadapi di rumah. Diskusi ini menjadi ruang belajar bersama, di mana orang tua dapat saling menguatkan dan memperluas sudut pandang.
Melalui kegiatan SOTH Mojo Sae ini, diharapkan orang tua semakin memahami perannya sebagai pendidik utama dalam keluarga. Dengan pemahaman diri yang baik dan pola asuh yang tepat, keluarga diharapkan mampu menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Program Sekolah Orang Tua Hebat sendiri dirancang sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan di tingkat keluarga, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa melalui peran orang tua yang sadar, peduli, dan bertanggung jawab.