Mengabdi Melampaui Batas: Pesan Moral di Balik Apresiasi Wali Kota Batu untuk KIM Mojorejo
- Nov 26, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Pemerintahan, Politik, Pemberdayaan, Pelayanan
Suasana hangat namun penuh makna terasa di Ruang Kerja Wali Kota Batu pada Senin, 24 November 2025. Di ruang itulah, Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Mojorejo atas capaian membanggakan yang diraih dalam Festival Komunitas Informasi Masyarakat Nasional 2025. Bukan sekadar seremoni penghargaan, pertemuan ini menjadi ruang refleksi tentang bagaimana komitmen, ketekunan, dan inovasi bisa membawa sebuah komunitas desa menembus panggung nasional.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, Wali Kota menyoroti tantangan yang kini dihadapi banyak pihak dalam menjalankan program, terutama ketika situasi dan kebiasaan lama berpotensi menjadi penghambat langkah inovatif. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak boleh menjadikan komunitas berhenti bergerak, karena justru dinamika itulah yang menuntut setiap pihak untuk lebih adaptif dan visioner.
“Tantangan saat ini justru ada pada kemampuan kita untuk tetap bergerak. Jangan sampai kebiasaan pada kondisi sebelumnya membuat kita menjadi pasif. Kita harus tetap menyusun prioritas dan melangkah maju,” tegas Nurochman, memberikan penekanan bahwa daya juang adalah kunci keberlanjutan.
Apresiasi yang diberikan Pemkot Batu bukan tanpa alasan. KIM Mojorejo menjadi satu-satunya wakil Jawa Timur yang tampil di ajang nasional, sebuah pencapaian yang mengharumkan bukan hanya nama Desa Mojorejo, tetapi juga Kota Batu di tingkat nasional. Prestasi ini membuka peluang KIM Mojorejo untuk menembus ruang kolaborasi dan partisipasi yang lebih luas, sekaligus menunjukkan bahwa desa pun punya suara dan peran strategis dalam ekosistem informasi publik.

Di hadapan Wali Kota, KIM Mojorejo memaparkan berbagai inisiatif yang telah dilakukan. Mulai dari publikasi informasi desa, peningkatan literasi digital dan literasi informasi masyarakat, pemberdayaan pemuda, hingga promosi potensi wisata, UMKM, dan sektor unggulan wilayah. Semua itu menjadi bukti bahwa komunitas informasi bukan sekadar penyebar kabar, tetapi juga jembatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus penggerak perubahan sosial yang nyata di tingkat lokal.
Pemerintah Kota Batu sendiri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran kelembagaan informasi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah desa akan terus ditingkatkan, terutama dalam mendorong keterbukaan informasi, menyebarluaskan potensi daerah, dan membangun pola komunikasi yang sehat dalam proses pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar penghargaan, pertemuan ini mengandung pesan moral: bahwa perubahan besar sering kali lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan. KIM Mojorejo menjadi gambaran bahwa ketika komunitas bergerak dengan hati, visi, dan integritas, maka batas bukan lagi hambatan, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Sumber:
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Kota Batu.