Mahasiswa PMM UMM Melakukan Sosialisasi QRIS kepada Pelaku UMKM di Desa Mojorejo
- Aug 23, 2024
- Renza Agastha Merdeka
- Pendidikan dan Pelatihan, Teknologi dan Inovasi, Ekonomi dan Usaha, Opini dan Editorial, Pemberdayaan
Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan digital, mahasiswa Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sosialisasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mojorejo. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 15 Agustus 2024 dan dihadiri oleh para pelaku UMKM yang tertarik dengan teknologi pembayaran digital.
Pengenalan QRIS kepada Pelaku UMKM
Sosialisasi ini diinisiasi oleh kelompok PMM UMM gelombang 7 kelompok 105, yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai jurusan. Mereka memberikan penjelasan menyeluruh mengenai QRIS, mulai dari pengertian, cara penggunaan, hingga manfaatnya bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa Mojorejo, dengan peserta yang terdiri dari berbagai lapisan pelaku usaha setempat, mulai dari pedagang kecil hingga pemilik usaha menengah.
QRIS adalah standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Dengan QRIS, transaksi non-tunai menjadi lebih mudah dan cepat, karena cukup menggunakan satu kode QR untuk berbagai aplikasi pembayaran digital. Hal ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan efisiensi transaksi mereka dan menjangkau lebih banyak pelanggan yang sudah terbiasa dengan metode pembayaran digital.
Materi Penggunaan QRIS
Para mahasiswa memulai sosialisasi dengan memberikan pemaparan mendalam tentang QRIS, termasuk pengertian, fungsi, serta keunggulannya dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional. Dijelaskan pula bagaimana QRIS dapat membantu pelaku UMKM dalam memperluas akses pasar, meningkatkan keamanan transaksi, serta memudahkan pencatatan keuangan.
Mahasiswa juga memaparkan langkah-langkah untuk mendaftar dan menggunakan QRIS secara efektif dalam operasional sehari-hari. Mereka menekankan pentingnya adopsi teknologi ini untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin digital dan mempermudah interaksi dengan pelanggan yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pelaku UMKM tentang manfaat dan cara implementasi QRIS dalam usaha mereka.
Gambar 1. Pemaparan Materi Qris
Manfaat bagi UMKM dan Masyarakat
Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Desa Mojorejo. Selain meningkatkan efisiensi transaksi, penggunaan QRIS juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar mereka. Pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini menyatakan antusiasme dan ketertarikan untuk segera mengimplementasikan QRIS dalam usaha mereka.
Harapan kedepannya untuk UMKM Desa Mojorejo
Ke depannya, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Mojorejo dapat terus mengembangkan dan memanfaatkan teknologi seperti QRIS untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha mereka. Penerapan QRIS diharapkan bukan hanya menjadi langkah awal dalam transformasi digital, tetapi juga mendorong inovasi dan kreativitas dalam cara mereka menjalankan bisnis.
Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang menggunakan QRIS, diharapkan pula akan tercipta ekosistem usaha yang lebih modern dan terintegrasi. Selain itu, keberlanjutan program-program edukasi dan pelatihan seperti ini sangat diharapkan agar para pelaku UMKM bisa terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan menghadapi tantangan era digital dengan percaya diri.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan institusi pendidikan, sangat penting untuk memastikan bahwa UMKM di Mojorejo dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian desa.
Kesimpulan
Sosialisasi QRIS oleh mahasiswa PMM UMM di Desa Mojorejo menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital di kalangan pelaku UMKM. Dengan memanfaatkan teknologi pembayaran digital seperti QRIS, pelaku usaha di Mojorejo dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi mereka, sekaligus membuka peluang baru untuk pertumbuhan usaha. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memajukan UMKM di Indonesia.
Penulis: Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)