Kirab Tumpeng Desa Mojorejo 2025: Ungkapan Syukur dalam Balutan Tradisi dan Kebersamaan

  • Jul 17, 2025
  • Renza Agastha Merdeka
  • Seni dan Budaya, Pemerintahan, Sosial, Acara dan Kegiatan

Suasana Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, berubah semarak pada Kamis Kliwon, 17 Juli 2025, saat masyarakat dari delapan Rukun Warga (RW) di dua dusun—Kajang dan Ngandat—menggelar Kirab Tumpeng Bersih Desa, sebuah tradisi tahunan yang menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki, keselamatan, serta kerukunan hidup warga desa.

Dengan iringan alunan gamelan jawa yang khas dan sakral, barisan warga membawa tumpeng—nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi berbagai jenis lauk pauk, jajanan pasar, buah-buahan, serta polo pendem (umbi-umbian)—menuju Kantor Desa Mojorejo, titik pusat acara. Arak-arakan ini tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga wujud nyata kebersamaan antarwarga lintas dusun, lintas generasi.

Setibanya di Kantor Desa, tumpeng-tumpeng hasil gotong royong warga ini tidak langsung disantap. Sebelumnya, dilakukan doa adat Jawa yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan ungkapan syukur atas kehidupan yang diberkahi. Seusai doa, tradisi "memburak" tumpeng—yakni membagikan isi tumpeng kepada warga dan penonton—menjadi puncak yang paling ditunggu-tunggu. Warga dengan antusias turut berebut bagian dari tumpeng, bukan semata karena isi makanannya, tetapi sebagai simbol harapan akan keberkahan yang merata.

Tradisi ini menyatukan seluruh elemen masyarakat, dari perangkat desa, tokoh adat, hingga generasi muda, dalam satu ruang kultural yang mempertemukan nilai gotong royong, syukur, serta pelestarian budaya lokal. Dengan tetap menjaga esensi dan kesakralannya, Kirab Tumpeng Bersih Desa Mojorejo membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, melainkan ruang hidup yang dirayakan bersama—guyub rukun, satata tuwuh ngrembaka.

Acara ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat identitas lokal serta edukasi budaya bagi generasi muda, agar tradisi yang mengakar kuat di masyarakat ini dapat terus lestari di tengah dinamika perubahan zaman.