Kader Kesehatan Desa Mojorejo Bahas Evaluasi Posyandu dan Penguatan Peran Kader dalam Pertemuan Rutin

  • May 19, 2025
  • Renza Agastha Merdeka
  • Kesehatan dan Kesejahteraan, Sosial, Acara dan Kegiatan, Pemberdayaan, Pelayanan

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat, kader kesehatan dari seluruh wilayah Desa Mojorejo mengadakan pertemuan rutin yang berlangsung di Graha Abdi Praja pada 19 Mei 2025. Acara ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Posyandu, menyamakan persepsi antar kader, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan dihadiri oleh kader kesehatan, perwakilan TP PKK, serta pihak puskesmas dan desa.

Bidan Desa, Ibu Narti, mengawali pertemuan dengan menyampaikan beberapa agenda penting yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia mengingatkan bahwa minggu depan akan diadakan aseptuan kader—sebuah pertemuan rutin untuk menyelaraskan tugas dan pembinaan kader. Seluruh kader diimbau untuk hadir tepat waktu pada kegiatan Posyandu, mengikuti sesi belajar bersama, serta mempersiapkan pelaksanaan asesmen awal yang akan dimulai di Posyandu RW 8.

Dalam evaluasi pelaksanaan Posyandu, Ibu Narti menjelaskan adanya peralihan dari pola lama ke pola baru dalam penetapan sasaran. Jika sebelumnya jumlah sasaran mencakup balita dan anak usia sekolah, kini hanya dihitung bayi dan balita usia 0–59 bulan. Hal ini berdampak pada penurunan angka kunjungan, yang diperparah dengan semakin banyaknya ibu-ibu yang tidak membawa anaknya ke Posyandu. Oleh karena itu, kader diminta untuk melakukan pendekatan lebih aktif di masyarakat serta memberikan edukasi secara langsung, termasuk memanfaatkan peran KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dalam menyebarluaskan informasi kesehatan.

Ibu Narti juga menekankan pentingnya pembaruan data evaluasi kesehatan serta penyesuaian administrasi sesuai formulir terbaru. Ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan Posyandu ke depan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Mojorejo, Ibu Mariani, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para kader selama ini. Ia mengakui adanya kendala seperti keterlambatan distribusi buku kader, namun mendorong seluruh kader untuk tetap semangat menjalankan tugasnya. Ibu Mariani juga memperkenalkan program pengelolaan sampah rumah tangga melalui edukasi pemilahan sampah dan pembuatan Eco Enzim. Kader diharapkan menjadi pelopor dalam gerakan ini dan aktif sebagai anggota tim pengelola sampah di lingkungannya.

Masalah sampah menjadi sorotan penting dalam pertemuan ini, mengingat kontribusinya terhadap kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, edukasi dan aksi nyata dari kader sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran masyarakat secara menyeluruh.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Koordinator Lansia, Bu Rina, yang menekankan pentingnya perhatian terhadap lansia, baik secara fisik maupun mental. Ia mengajak kader untuk mengadakan kegiatan lansia yang sederhana namun rutin, seperti senam atau pertemuan bulanan. Selain itu, Bu Rina mengingatkan agar kader memperhatikan Activity Daily Living (ADL) dalam pemantauan kesehatan lansia melalui KMS. Ia menutup sambutannya dengan slogan pelayanan lansia yang familiar di kalangan kader: “TBC & T.O.S.S” yang berarti Tuberkulosis & Temukan, Obati Sampai Sembuh.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen kader dalam memberikan layanan promotif dan preventif di lingkup desa. Diharapkan semangat kolaboratif ini dapat terus ditingkatkan demi menciptakan masyarakat Mojorejo yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya pelayanan kesehatan berbasis komunitas.