Doa Lintas Agama di Mojorejo: Simbol Harmoni dalam Keberagaman
- Jul 02, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Pemerintahan, Sosial, Keagamaan, Acara dan Kegiatan, Lingkungan
Mojorejo, 2 Juli 2025 — Suasana khidmat menyelimuti Aula Graha Abdi Praja saat warga Desa Mojorejo dari berbagai latar belakang agama duduk bersama dalam satu forum doa bersama lintas agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Bersih Desa Mojorejo 2025, yang setiap tahunnya diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas berkah dan keselamatan bagi desa mereka.
Acara yang berlangsung pada Rabu Kliwon ini diikuti oleh perwakilan pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha. Masing-masing memanjatkan doa sesuai dengan keyakinannya, namun dalam semangat yang sama: memohon kedamaian, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh warga desa. Tanpa sekat, tanpa pembedaan.
Momentum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mencerminkan nilai-nilai luhur yang telah lama hidup dalam masyarakat Mojorejo—toleransi, persaudaraan, dan keterbukaan antarumat beragama. Kehadiran beragam elemen masyarakat dalam satu ruang dan satu tujuan menjadi simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan bukanlah halangan untuk membangun harmoni bersama.
Kepala Desa Mojorejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan doa lintas agama ini merupakan upaya konkret membumikan nilai-nilai kebhinekaan di tingkat lokal. "Bersih Desa bukan hanya soal adat dan budaya, tapi juga tentang bagaimana kita terus merawat hubungan sosial yang rukun di tengah keberagaman," ujarnya.
Kegiatan ini diapresiasi oleh berbagai tokoh agama dan warga yang hadir. Selain memperkuat hubungan antarwarga, forum doa bersama ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan saling menghormati adalah fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat kebersamaan ini, Mojorejo menegaskan identitasnya sebagai desa yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena pada akhirnya, keberagaman adalah kekuatan, dan doa adalah jembatan yang menyatukan hati.