Belajar dari yang Telah Berjalan: BPD Mojorejo dan BUMDes Mojorejo Makmur Sejahtera Studi Tiru ke Desa Ngampungan Jombang
- Dec 21, 2025
- Renza Agastha Merdeka
- Pendidikan dan Pelatihan, Pemerintahan, Acara dan Kegiatan
Upaya memajukan desa tidak pernah lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari proses belajar, keterbukaan, dan kemauan untuk menimba pengalaman dari desa lain yang telah lebih dulu melangkah. Semangat inilah yang mengantarkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mojorejo bersama BUMDes Mojorejo Makmur Sejahtera melakukan studi tiru ke Desa Ngampungan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Desa Ngampungan dikenal sebagai salah satu desa yang berhasil mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara berkelanjutan. Kunjungan ini menjadi ruang belajar bersama, sekaligus ajang memperkuat perspektif tentang bagaimana sinergi antar unsur desa dapat melahirkan kemajuan nyata.

Kepala Desa Ngampungan, Rohan, menyampaikan bahwa keberhasilan BUMDes di desanya tidak dibangun secara instan. Ia berakar dari prinsip sederhana namun kuat, yakni “sepi ing pamrih, rame ing gawe”, bekerja dengan tulus tanpa mengedepankan kepentingan pribadi demi kemajuan desa.
“Prinsip itu yang kami pegang sejak awal. Ketika niatnya untuk memajukan desa, maka kerja keras akan menemukan jalannya,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua BPD Desa Ngampungan, Sutaji, menekankan pentingnya keselarasan antara BPD dan Pemerintah Desa. Menurutnya, tidak ada pembangunan desa yang bisa berjalan baik jika antar unsur terus berseteru.
“Kalau kita, BPD dan Pemerintah Desa, selaras dan saling memahami peran sesuai tupoksi, tidak ada yang sulit. Tapi kalau terus berkonflik, kapan desa bisa maju? Yang penting itu berjuang dulu. Harapan tanpa perjuangan tidak akan berjalan,” tegasnya.

Dari pihak tamu, Ketua BPD Mojorejo, Solikin, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan belajar langsung dari Desa Ngampungan. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar nyata untuk memajukan Desa Mojorejo, khususnya dalam pengembangan BUMDes Mojorejo Makmur Sejahtera.
“Hari ini kami datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar. Ini adalah upaya kami untuk mendukung keberhasilan BUMDes Mojo Makmur agar mampu berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus pengembangan usaha BUMDes Mojorejo Makmur Sejahtera saat ini adalah rencana pembangunan dan pengelolaan kolam renang desa. Melalui studi tiru ini, diharapkan pengelolaan usaha dapat disiapkan secara lebih matang, baik dari sisi manajemen, tata kelola, maupun keberlanjutan usaha.


Dalam sesi pemaparan, Direktur BUMDes Ngampungan, Kusnadi, berbagi pengalaman panjang mengelola BUMDes dari tahap awal hingga mampu berkembang seperti saat ini. Ia menceritakan bagaimana BUMDes Ngampungan dirintis dari keterbatasan, dibangun dengan kepercayaan masyarakat, serta dikelola secara profesional dan transparan.
Pengalaman tersebut mengantarkan BUMDes Ngampungan dikenal luas, sering menjadi rujukan studi tiru, serta berprestasi dalam berbagai ajang penilaian BUMDes di tingkat daerah. Namun menurut Kusnadi, capaian itu bukan tujuan utama.
“Yang paling penting bukan soal lomba atau penghargaan, tapi bagaimana BUMDes benar-benar hidup, memberi manfaat ekonomi, dan dirasakan langsung oleh warga,” jelasnya.
Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, satu benang merah yang mengemuka adalah pentingnya sinergitas. Keselarasan visi antara BPD, Kepala Desa, dan pengelola BUMDes menjadi fondasi utama keberhasilan. Ketika semua pihak berada dalam satu frekuensi, perencanaan menjadi lebih matang, pengawasan berjalan sehat, dan tujuan bersama lebih mudah dicapai.
Studi tiru ini diharapkan tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi menjadi pijakan untuk merumuskan langkah nyata dalam mengembangkan BUMDes Mojorejo Makmur Sejahtera secara bertahap, realistis, dan berkelanjutan, sesuai dengan karakter dan kebutuhan Desa Mojorejo.

