Awal Tahun, Kader Kesehatan Desa Mojorejo Perkuat Data dan Layanan Posyandu

  • Jan 19, 2026
  • Renza Agastha Merdeka
  • Kesehatan dan Kesejahteraan, Acara dan Kegiatan, Pemberdayaan, Pelayanan

Kader Kesehatan Desa Mojorejo menggelar pertemuan rutin awal tahun pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Graha Abdi Praja Desa Mojorejo. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman, memperbarui data sasaran, serta memperkuat peran kader dalam pelayanan kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bu Narti, selaku bidan desa, menyampaikan bahwa secara umum kegiatan posyandu tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, terdapat penyesuaian pada kartu bantu, sehingga kader diharapkan lebih teliti dalam pencatatan dan pelaporan.

Bu Narti menekankan pentingnya rekapitulasi data yang dikerjakan setiap selesai kegiatan posyandu. Selain itu, data sasaran wajib diperbarui sesuai tahun berjalan, agar pelayanan yang diberikan tepat sasaran dan akurat. Pada awal tahun ini, kegiatan posyandu juga difokuskan pada pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai langkah deteksi dini.

Dalam pemeriksaan IVA, kader turut berperan aktif mendampingi kegiatan. Selain pelayanan di posyandu, kunjungan rumah juga akan segera dimulai untuk menjangkau sasaran yang belum sempat hadir. Bu Narti juga mengingatkan agar kader PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) segera melaporkan kepengurusannya, karena ke depan akan ada pertemuan bersama kader jumantik, kesehatan lingkungan (kesling), dan PHBS.

Terkait pelayanan balita, disampaikan bahwa balita usia 2 tahun akan menjalani pemeriksaan HB (Hemoglobin) serta dilakukan tes talasemia. Sementara itu, pemeriksaan gigi dilaksanakan pada langkah ke-4, dan skrining perkembangan anak dilakukan setiap enam bulan sekali sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang.

Pada kesempatan yang sama, Bu Rina, selaku Pendamping Lansia, menyampaikan bahwa pembaruan data sasaran lansia dilakukan dua kali dalam setahun. Ia juga menginformasikan bahwa saat ini ketersediaan KMS (Kartu Menuju Sehat) masih kosong, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Bu Rina menjelaskan bahwa pada langkah ke-4, kader perlu mengisi skrining ADL (Activity of Daily Living), PTM, serta skrining TBC dan PPOK, yang dilaksanakan satu kali dalam setahun. Seluruh hasil rekapitulasi kegiatan nantinya dilaporkan kepada Bu Dewi atau Bu Ina sesuai alur pelaporan yang telah ditetapkan.

Melalui pertemuan rutin ini, kader kesehatan diharapkan semakin siap menjalankan perannya, tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam pengelolaan data yang rapi, akurat, dan berkelanjutan. Data yang baik menjadi dasar penting bagi perencanaan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat Desa Mojorejo ke depan.